Kategori: Penipuan

Online Shop Terjerat Hukum Meresahkan MasyarakatOnline Shop Terjerat Hukum Meresahkan Masyarakat

Online shop terjerat hukum bukan kali pertamanya terjadi, namun tampaknya PS Store tidak belajar dari pengalaman pendahulunya dan kini terseret kasus serupa. Kejadian ini menyebabkan kasus smartphone ilegal yang dulu sempat marak menjadi dibuka kembali untuk mengusutnya sampai tuntas.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, terungkap bahwa smartphone ilegal masuk melalui jalur belakang menuju pasar dagang Indonesia. Jumlahnya pun tak main – main, karena per tahunnya dapat mencapai sekitar 10 juta unit ponsel dan tersebar secara merata serta terorganisir dengan rapi.

Online Shop Terjerat Hukum Meresahkan Masyarakat

Akibat dari penyalahgunaan celah hukum perdagangan barang impor, negara mengalami kerugian setidaknya mencapai hingga 2,8 triliun rupiah per tahun. Insiden ini membuta publik bertanya – tanya, bukankah pemerintah mengaku telah memblokir nomor IMEI slot GSM pada ponsel impor tersebut?

Online shop di marketplace pun masih banyak jumlahnya yang nekat menjual ponsel ilegal misalnya iPhone SE2 2020 yang banyak dicari oleh masyarakat. Menariknya, jenis ponsel iphone terbaru tersebut hingga detik ini bahkan belum ada rencana resmi untuk masuk ke pasar Indonesia.

BBC News Indonesia mencoba menyamar dan menghubungi secara acak sebuah toko elektronik yang khusus menjual ponsel genggam di Indonesia. Sang pramuniaga mengaku bahwa toko tempatnya bekerja telah menyediakan stok iPhone tersebut dan aksesnya sudah terbuka untuk semua provider dalam negeri.

Online Shop Terjerat Hukum Membuat Publik Menganggap Pemerintah Tidak Tegas

Perkara slot online shop terjerat hukum sebenarnya bukan berita baru, namun PS Store begitu mencolok permainannya sehingga menarik perhatian publik. Bos PS Store tercatat sebagai tersangka karena diduga memiliki hampir 200 unit ponsel ilegal senilai lebih dari 61 juta rupiah banyaknya.

Bos PS Store berinisial PS begitu terkenal karena sering menggaet sejumlah artis papan atas ibukota sebagai sarana iklan produk jualannya. Kita bisa mengenal mereka dengan baik misalnya seperti Raffi Ahmad, Anji, Atta Halilintar, Mak Beti, Babe Cabita, hingga terakhir Baim Wong.

Online Shop Terjerat Hukum Membuat Publik Menganggap Pemerintah Tidak Tegas

Pemerintah sempat menggalakan kebijakan yang berbunyi mengenai tindak pemblokiran IMEI sebagai langkah preventif untuk mencegah ponsel ilegal terjual. Meskipun telah efektif berlaku semenjak 18 April 2020, namun tampaknya sama sekali tidak efektif karena terbukti pasar gelap smartphone masih laris manis di pasaran.

Peraturan tersebut bukan sembarangan karena sedikitnya ditandatangani langsung oleh tiga orang menteri bersamaan yang saling bekerja sama. Pemberantasan pasar gelap ponsel diurus langsung oleh menteri komunikasi dan informatika, menteri perdagangan, dan juga menteri perindustrian.

Bahkan supaya lebih yakin lagi, pemerintah mengeluarkan himbauan kepada rakyat dengan tajuk cara ampuh menangani ketagihan melakukan beli online. Dengan demikian diharapkan nantinya netizen lebih bijak dan kritis pada saat hendak membeli ponsel dari e-commerce.

Peraturan Pemerintah Seputar Ponsel Ilegal Masih Kurang Optimal

Kurangnya perhatian yang ketat dari pemerintah menyebabkan terulangnya kejadian online shop terjerat hukum karena memanfaatkan celah yang ada. Ketika wartawan mengunjungi kediaman menteri komunikasi dan informatika, Johnny Plate memilih untuk bungkam dan melempar tanggung jawab kepada Kementerian Perindustrian.

Menkominfo menyatakan bahwa sebenarnya tindak pemblokiran perangkat digital berupa IMEI menggunakan alat bernama CEIR. Alat canggih tersebut saat ini berada dalam wewenang Kementerian Perindustrian sehingga Menkominfo mengaku sama sekali tak tahu menahu soal tersebut.

Peraturan Pemerintah Seputar Online Shop Terjerat Hukum Kurang Optimal

Seluruh pengoperasian CEIR hanya bisa dijalankan atas perintah dari Kemenperin serta diketahui juga oleh Ditjen Bea Cukai, Kemenkeu. Oleh sebab itu, Menkominfo menyarankan awak media untuk mewawancarai mereka saja dan memilih untuk lepas tangan karena merasa itu bukan bagian dari jobdesknya.

Bagaimanapun, Menkominfo meninggalkan pesan bahwasanya ia tetap mendukung penegasan regulasi setegas mungkin di lapangan. Sebab jika sampai gagal, maka sudah pasti roda perekonomian khususnya industri perangkat elektronik akan tercoreng nama baiknya dan menjadi kurang kredibel.

Sistem pemblokiran sebetulnya sederhana sekali karena menggunakan skema white list, yaitu dengan cara mendata seluruh IMEI ponsel di pasaran. Apabila IMEI tidak didaftarkan namun nekat menjualnya, bisa dipastikan barang tersebut tidak akan berfungsi dengan layak karena menolak semua sinyal dari penyedia jaringan alias operator lokal.

Kelebihan Jual Beli Online Daripada Transaksi KonvensionalKelebihan Jual Beli Online Daripada Transaksi Konvensional

Kelebihan Jual Beli Online1

Kelebihan jual beli online ada jauh lebih banyak daripada kita belanja secara tradisional bertatap muka seperti transaksi konvensional pada umumnya. Pastinya kita semua telah terbiasa dewasa ini berhadapan dengan berbagai macam aplikasi e-commerce terkait hobi belanja pada online shop.

Tren jual beli daring di Indonesia membuat banyak warga merangkap bukan hanya menjadi konsumen saja, melainkan terkadang juga mengelola olshop. Membelanjakan uang secara online sejumlah nominal berasal dari penghasilan bulanan kiriman kantor tempat kita bekerja pastinya terdapat sensasi kesenangan tersendiri.

(lebih…)

Demam Jual Beli Online Kaskus Mengawali Tren Baru Di IndonesiaDemam Jual Beli Online Kaskus Mengawali Tren Baru Di Indonesia

Demam Jual Beli Online Kaskus Mengawali Tren Baru Di Indonesia

Sekitar sepuluh atau lima belas tahun yang lalu, tidak ada satu orangpun dapat mempercayai akan kemunculan demam jual beli online Kaskus. Masyarakat Indonesia pada umumnya cenderung berhati-hati bahkan paranoid terhadap berbagai macam metode aksi penipuan yang marak terjadi sehari-hari. Dalam kondisi normal, kita pastilah ingin me nyentuh atau lebih lanjut merasakan demonstrasi kegunaan produk yang ingin dibeli.

Kebiasaan yang terlanjur mendarah daging ini tidak terjadi tanpa sebab, melainkan akibat dari banyaknya populasi barang impor dari China. Pada zaman itu, kualitas produk jebolan negeri tirai bambu tersebut sangatlah buruk sehingga cepat rusak alias tidak tahan lama.

Luar biasanya, mereka sanggup meniru penampilan produk ternama sehingga banyak orang tertipu pada saat belanja di pasar. Efek kapok yang timbul karenanya menciptakan sebuah tradisi baru dalam berbelanja khususnya di Indonesia. Tidak ada seorangpun yang berani membeli barang apabila belum melihat bentuk fisik aslinya karena kemasan juga menjadi penilaian utama.

Demam Jual Beli Online Kaskus Mengawali Tren Baru Di Indonesia

Pelopor dunia jual beli online pertama kali dipopulerkan oleh situs forum kenamaan tanah air yaitu Kaskus. Walaupun berpusat pada interaksi alias bincang-bincang antar sesama user, Kaskus juga menyediakan segmen khusus bernama FJB atau Forum Jual Beli. Pengguna yang biasa akrab mendapat sebutan kaskuser, biasanya akan mengawali kegiatan berdagang melalui pembuatan thread.

Demam Jual Beli Online Meledak Berkat FJB Kaskus

Kemajuan pesat situs Kaskus juga turut berkontribusi pada pertumbuhan pengguna FJB di sub forumnya. Puncaknya pada 2008, demam jual beli online pertama kali meledak sampai terjadi lonjakan baik itu pembeli dan penjual secara signifikan. Kaskus begitu nyentrik pada masanya, sebab seller mereka mendapat kebebasan penuh dalam menghias ‘lapak’ sekreatif mungkin ibarat langit adalah batasannya.

Demam transaksi online

Tren jual beli daring di Kaskus menawarkan segudang pengalaman baru yang tidak pernah dapat tergantikan oleh transaksi konvensional. Untuk pertama kalinya, netizen mulai memberanikan diri untuk mentransfer sejumlah uang kepada penjual meskipun hanya bermodalkan rangsangan visual berupa foto belaka.

Seperti ketika bermain situs idn poker terbaik di Indonesia, entah bagaimana seakan ada sihir yang mendorong kita untuk berbelanja online karena menimbulkan efek ketagihan tersendiri. Ketika berbelanja timbul sensasi ketika menerima paket dan membukanya di rumah, mirip seperti pada saat kita mendapat kado ulang tahun.

Lambat laun, semakin banyak orang memanfaatkan jasa Forum Jual Beli Kaskus sampai websitenya terkadang harus mengalami down server. Penyebabnya tidak lain karena betapa penuhnya traffic pengunjung melebihi batas kuota yang dapat diatasi oleh server pusatnya.

Meminjam peribahasa lama kira-kira mengatakan bahwa tingginya sebuah pohon maka bertambah keras pula terpaan angin terhadapnya. Jumlah seller nakal serta berniat jahat semakin bertambah banyak meracuni ekosistem jual beli online di FJB Kaskus. Pihak manajemen sendiri mengaku kewalahan memberantas tindak kriminalitas cyber dalam situs kebanggaan mereka.

Maraknya Penipuan Jual Beli Serta Solusi Mengatasinya

Maraknya Penipuan Jual Beli Serta Solusi Mengatasinya

Penipuan masif tidak dapat terhindarkan lagi, menyebabkan munculnya sejumlah komplain maupun testimonial buruk yang mencoreng nama baik Kaskus. Tak jarang pula kasusnya terjadi mengenai pembeli yang sudah mentransfer uang namun belum mendapat kiriman barang dari penjual FJB.

Golongan konservatif dalam tubuh masyarakat Indonesia menertawakan keadaan tersebut, seolah mereka telah meramalkan bahwasannya peristiwa ini pasti kejadian. Perlahan tapi pasti, satu demi satu kaskuser bergerak meninggalkan FJB yang dulunya menjadi forum kesayangan bagi mereka.

Berbagai solusi sempat terpikirkan demi meminimalisir terjadinya ragam bentuk penipuan dalam transaksional FJB Kaskus. Andrew Darwis selaku owner website tersebut menghimbau calon konsumen untuk menelusuri rekam jejak para seller yang menjual barang incaran mereka. Indikatornya adalah melalui seberapa banyak reputasi baik bertanda barisan kotak berwarna hijau di bawah nama akun seller.

Cara ini gagal total, sebab terlalu banyak mendapat hambatan dan berbagai kendala seputar efektifitasnya. Lagipula, akal bulus para kelompok jahat ini jauh lebih kreatif dengan beternak akun seller untuk kemudian dijual.

Tidak langsung putus asa, muncullah inovasi baru bernama jasa rekber alias rekening bersama oleh pihak swasta. Metode ini mendapat apresiasi positif dari warganet karena berhasil menekan angka kasus penipuan dalam FJB kaskus. Mekanismenya kurang lebih si penyedia jasa bertindak sebagai perantara atau penengah dalam sebuah transaksi.

Maraknya Penipuan Jual Beli

Buyer mentransfer uang ke pihak rekber, kemudian akan diteruskan ke seller apabila pembeli sudah menerima paket barang. Ironisnya, justru komplotan jasa rekber lah yang berganti peran menjadi penipu besar-besaran sehingga sekali lagi Kaskus tercoreng nama baiknya.

Dalam sebuah tragedi pastilah ada sisi positif bersembunyi yang bisa kita gali jika teliti dan tekun mencari jawaban. Sayangnya, secercah harapan itu malah lebih dulu ditemukan oleh perusahaan lain yaitu Tokopedia. Setelah mempelajari kecacatan dalam metode transaksi rekber, Tokopedia membangun website mandiri yang khusus menyediakan jasa rekening bersama dalam skala global.

Bedanya adalah, kali ini mereka patuh pada hukum serta undang-undang yang ditunjukkan dalam kelengkapan ijin usaha dan sertifikat kelayakan menyediakan jasa. Kaskus semakin tenggelam, namun Tokopedia tambah bersinar cerah masa depannya sampai berhasil menjadi raksasa e-commerce 2020 ini.